Merawat Peralatan Multimedia

Tinggalkan komentar

Merawat Peralatan Multimedia Click Here

Editing Video Menggunakan Adobe Premiere Pro

Tinggalkan komentar

1) Proses Produksi Video Click Here
2) Pengenalan Adobe Premiere Pro Click Here
3) Mengcapture Video Audio Click Here
4) Import dan Triming Click Here
5) Membuat Tittle Click Here
6) Transisi Click Here
7) Efek Video Click Here
8) Teknik Editing Tingkat Lanjut Click Here
9) Animasi Clip Motion Click Here
10) Audio Treatment Click Here
11) Tips dan Trick Click Here
12) Mengekspor Movie Click Here

Pemrograman Dasar X MM

Tinggalkan komentar

Pengenalan Type, Variabel, dan Konstanta Click here

Pemrograman Dasar XI MM

Tinggalkan komentar

Modul Operator, siLahkan download

Click disini

Tugas Keg.Belajar 2

Tinggalkan komentar

Setiap Kelompok buatlah cerpen, hasil karangan sendiri 1 lembar kertas F4. dengan margin masing2 1 cm. font size 10 pt. Setelah itu silahkan di unggah di Google Drive..

Kalo tidak mengerti untuk mengunggah, silahkan dikarang dulu cerpennya..

Terima kasih

Menggunakan Layanan Google Drive

Tinggalkan komentar

MENGGUNAKAN LAYANAN GOOGLE DRIVE

Google Drive merupakan layanan berbagi file yang dimiliki oleh Google, dengan membuat akun gmail, Anda telah dapat mengakses fitur Google Drive. Google Drive memiliki beberapa fungsi, salah satunya adalah sebagai tempat untuk mem-backup data, dan berbagi file yang telah diunggah sebelumnya.

Berikut adalah tampilan awal dari Google Drive yang di dalamnya terdapat banyak menu yang akan dijelaskan.

01

 Gambar I. Jendela Menu Tampilan Awal Google Drive

  1. Menu Create

Berguna untuk membuat file atau folder secara daring tanpa menggunakan software aplikasi seperti Microsoft Office atau aplikasi lainnya. Terdapat pilihan jenis data yang dapat Anda buat, misalnya seperti folder, documents, presentation, spreadsheet, form, drawing.

  1. Menu Unggah (Upload)

Menu upload digunakan untuk mengunggah file atau folder yang telah disimpan sebelumnya pada perangkat komputer, laptop, tablet, dsb.

Untuk menggunakan Google Drive, langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut.

  1. Klik menu
  2. Jika tujuan pengguna mengunggah sebuah file, pilih submenu files.
  3. Jika tujuan pengguna mengunggah semua file dalam suatu folder, pilih submenu folder.
  4. Setelah itu akan muncul window baru berikut.

Setelah memilih file atau folder yang ingin Anda upload, pilih tombol Open.

  1. Proses pengunggahan file atau folder akan dimulai.
  2. Setelah file diunggah, maka file Anda sudah tersimpan dalam Google Drive. Jika ingin membagikan file, Silakan klik Share.
  3. Lalu muncul tampilan berisi link alamat file.
  4. pengguna juga dapat mengatur hak akses terhadap file dengan memilih pengaturan sesuai keinginan ketika memilih submenu Change.

Setelah memilih jenis hak akses yang diberikan pada file tersebut, pilih Save. Terakhir, pilih Done pada bagian paling bawah tampilan dan file yang telah berhasil dibagikan.

  1. Tata krama (etiket) Komunikasi Asinkron

Komunikasi merupakan kegiatan yang melibatkan dua atau lebih orang, sehingga perlu diperhatikan tata cara serta tata krama (etiket) dalam melakukannya. Hal tersebut menjadi makin penting dalam tata krama berkomunikasi daring, karena kedua belah pihak tidak bertemu langsung, sehingga lebih rentan terhadap terjadinya salah paham. Beberapa contoh tata krama (etiket) dalam menuliskan informasi atau pesan antara lain sebagai berikut.

  1. Gunakanlah bahasa yang baik dan sopan. Bedakan pemilihan kata sesuai hubungan Anda dengan penerima pesan. Saat berkirim pesan pada Guru atau atasan, gunakan bahasa yang formal. Saat berkirim pesan pada teman, Anda dapat menggunakan bahasa yang lebih santai.
  2. Tidak menuliskan seluruh kalimat dengan huruf kapital. Dalam tata krama korespondensi elektronik, penulisan seluruh kalimat menggunakan huruf kapital berarti sama dengan berteriak/marah.
  3. Tidak menggunakan jenis huruf (font) yang beragam. Gunakanlah font standar, dengan ukuran yang standar. Karena penggunaan font yang beragam akan menyulitkan pembacaan dan melelahkan mata.
  4. Kejelasan penulisan subjek, gunakanlah subjek yang dapat langsung dimengerti oleh penerima e-mail
  5. Perhatikan penerima CC, dan perhatikan juga penerima BCC e-mail Dianjurkan untuk mengirim CC ataupun BCC berdasarkan hak membaca e-mail tersebut.
  6. Segera menanggapi pesan yang diterima. Beritahukanlah terlebih dahulu jika Anda membutuhkan waktu tambahan untuk membalas pesan.
  7. Tidak meneruskan pesan yang tidak penting. Tidak semua orang menyukai lelucon atau gambar yang Anda kirimkan.

Drama Komedi

Tinggalkan komentar

Si Tampan & Si Buruk Rupa
Di zaman dahulu ada sebuah kerajaan yang didalamnya hidup seorang raja dan permaisurinya yang dipanggil mimi dan pipi. Mereka menpunyai dua anak, namun kedua anaknya memiliki fisik yang berbeda. Si Sulung yang bernama Bledheg mempunyai wajah yang tampan dan eksotis. Sedangkan si Bungsu yang bernama Gludhug memiliki wajah yang buruk rupa, tidak enak dipandang mata. Maka dari situlah kedua orangtua mereka lebih menyayangi Bledheg.

Gludhug : (Datang dengan wajah penuh harapan) ”Pi, Mi, celana Gludhug udah usang, banyak kutunya, gatal lagi kalo dipakai.”
Pipi : ”Hah? Buat apa? Yang itu saja masih bisa dipakai. Ngapain beli lagi? Toh, pakek celana baru pun tetap saja wajahmu jelek.”
Mimi : ”Udah lah Pi, jelek-jelek juga anak kita.” never mind Pi, too bad after our children.”

Bledheg datang dikawal oleh kedua pengawalnya Alfonso dan Buldoso.
Alfonso : (Berteriak) ”Pangeran datang!” ((Shouting) “prince comes!)
Buldoso : “Prepare the way!” (Menyonteng Gludhug)
Bledheg : (Berjalan dengan angkuh, kepala mengadah keatas, tiba tiba tersandung) ”Aduuuuh. Duuuuh duuuhhh. Kuku ku pataaaah.”
Semua : (Tertawa)
Mimi : ”Kamu tidak apa-apa anak ku?”
Pipi : ”Oh anak ku yang cakep, besok kita ke salon aja langsung buat meni pedi kuku yang patah.”
Mimi : ”Pipi lebay ah. Mimi aja gak dikasih duit ke salon. Btw, ada apa nak kesini?”
Bledheg : ”Ini lho Mi, Pi, bajuku udah jadul. Aku pengen baju yang lagi ngetrend kayak Brad Pit. Biar gaul gitu…”
Alfonso : ”Iya baginda, masak cakep cakep bajunya jadul. Kan gak pas.”
Buldoso : ”Ho oh. Ho oh.”
Alfonso : “Ho oh apa nya?”
Buldoso : ”Iya itu tadi hehe.” (Sambil menggaruk garu kepala)
Pipi : ”Yaudah, ntar duitnya Pipi kirim ke rekeningmu.”
Bledheg : ”Okelah kalo begito.”
Gludhug : ” Oh sungguh teganya dirimu teganya teganya teganya (sambil bernyanyi). Pipi Mimi gag sayang sama aku.”
Pipi : ”Benar ku menyayangimuuu tapi tak beginiii.” (bernyanyi juga)
Gludhug : ”Tak begini bagaimana?”
Bledheg : ”Kamu jelek nyadaar laaaah.”
Gludhug : ”Emang napa kalo aku jelek. Salahkah?”
Mimi : ”Udah gak usah bahas itu lagi. Kalian semua anak mimi.”

Didalam kamar Gludhug merenung
Gludhug : ”Apa sih salahku? Kenapa dari kecil Mimi Pipi Cuma sayang Bledheg. Aku juga kan salah Mimi Pipi waktu bikin, Ah, lebih baik aku minggat saja. Daripada aku di sia-sia.” (dengan gaya yang lebay) (Sambil membawa barangnya gludhug pun pergi meninggalkan istana)
Mimi : ”Mau kemana kamu nak?”
Gludhug : “Gludhug mau pergi Mi,”
Mimi : “Kenapa?”
Gludhug : “Gludhuk selalu di sia-sia, gag pernah disayang.”
Bledhek : (Datang tiba-tiba) ”Yaudah sna pergi.”
Alfonso : “Udah bawa bekal Pangeran?“
Buldoso : ”Pintu nya disebelah sana ya, belok kiri, nah situ.”
Bledheg : (langsung melangkah pergi)
Mimi : ”Jangan…..jangan”(menarik tangan gludhug)
Pipi : (menarik tangan Mimi) ”Biarin Mi, anak durhaka itu pergi.”

Gludhuk pergi. Di tengah-tengah perjalanan dia melihat seorang wanita yang sedang kesakitan di tengah hutan.
Dewi angin-angin : “aduuuuh, ah ahhh aduuuh.” (membelakangi gludhug)
Gludhug : (memegang pundak) “cwek, cwek kamu kenapa?”
Dewi angin-angin : “kaki ku sakit. Huhuhu.”
Gludhug : “Masya Allah”
Dewi angin-angin : “Kenapa? kaget melihat lukaku?”
Gludhug : “Bukan lukamu tapi mukamu.”
Dewi angina-angin : ”Bukannya mukamu juga jelek?”
Gludhug : ”Oh iya ya, berarti kita sama-sama jelek. Tos yok!”
Dewi angin-angin : “Tos mu ah. Lukaku gimana?”
Gludhug : (meludah di tangannya) “Cuuuh,cuih.”
Dewi angin-angin : “Kamu ngapain?”
Gludhug : “Udah diem dulu.” (mengusapkan kedua tangan nya tadi ke luka dewi angin-angin).
Dewi angin-angin : “Waaaah, sembuh, terimakasih. Nama anda siapa?”
Gludhug : ”Namaku Gludhug. Kamu? Sedang apa kamu sendirian dihutan?”
Dewi angin-angin : ”Namaku Dewi Angin-angin. Aku diusir oleh kedua orangtuaku. Mereka malu punya anak jelek. Maka dari itu mereka malu dan mengusir aku.”
Gludhug : ”Wah, nasib kita tidak beda jauh. Jadian aja yuk?”
Dewi angin-agin : “Ayooog yooog.”

Hari demi hari pun mereka jalani. Mendaki gunung, melewati lembah, menyebrangi sungai mereka lalui. Dan pada akhirnya mereka melihat gua yang berisi emas di dalam nya.
Gludhug : ”Waw, silau men.”
Dewi angin-angin : “Apa itu sayang? Kok berkilau banget.”
Gludhug : “Coba kita masuk sayang.”
Dewi angin-angin : “Yuuuk, capcus.”
Gludhug : “Waaah, that’s hot emas semua.” (kagum)
Dewi angin-angin : “Hot juga. Indahnya.”
Gludhug : ”Tempat ini sepertinya tidak berpenghuni. Bagaimana kalo kita tinggal disini saja.”
Dewi angin-angin : “Jadi kita menetap disini? Ok braaai.”
Gludhug : “Yoyoi.”

Dengan emas itu Gludhug membangun sebuah istana emas. Gludhug pun hidup bahagia bersama dengan dewi angina-angin. Akhirnya semua orang mengetahui gludhug menjadi kaya tidak terkecuali Bledheg.
Sementara itu di istana Raja terserang penyakit panu akut yang tidak dapat disembuhkan oleh siapapun.
Pipi : ”Mi, sekarang kita jatuh miskin untuk mengobati panu Pipi.”
Mimi : ”Iya pi, kalo Mimi nikah lagi gimana?”
Pipi : ”Apa? (menyanyi) buka hatimuuuu, bukalah sedikit untukkuuu…”
Mimi : ”Hahaha, mimi Cuma asal ngomong doang kog pi.”
Pipi : ”Alhamdulilah”

Dikamar bledheg
Bledheg : ”Hah, gimana nih, aku udah gag punya teman lagi.”
Buldoso&Alfonso : ”Maksudnya Pang?”
Bledheg : ”Pang?”
Buldoso : ”Pangeran. Hehehe.”
Bledheg : ”Mereka pada ninggalin aku gara-gara sekarang aku gag punya duit. Bayangin coba kalo kalian jadi aku. Ha?!”
Buldoso : ”Gag mudeng pang. Hehe”
Alfonso : ”Gimana kalo pangeran datang ke si Jelek itu?”
Bledheg : ”Ngapain?”
Buldoso : ”Ngapain al?” (bertanya ke arah alfonso)
Alfonso : ”Ya buat ngrebut kekayaaan gludhuk lah. Gimana?”
Bledheg : ”Ha? Bener juga ya. Tapi apa dia mau nerima aku lagi.”
Buldoso : ”Iya juga ya. Hmmm.”
Alfonso : ”Gini, kita kesana minta maaf. Lalu kita baik-baikin dulu, setelah dia lengah baru kita beraksi.”
Bledheg : ”Wah, ide yang brilian.”
Buldoso : ”Apa itu ide berlian?”
Alfonso : ”Bukan berlian tapi brilian bego.”

Lalu bledheg dan kedua pengawalnya menuju kamar raja
Bledheg : ”Aku mau pergi, gag tahan jadi orang miskin.”
mimi : ”Ya Allah, kamu tega dengan kita.”
Bledheg : ”IDL ah, kalo disini trus aku ketularan sama pipi.”
Pipi : (garuk-garuk). ”Lihat aku disini, kau lukai hati dan perasaan ini,hingga….”
Bledheg : ”Halah, nyanyi aja bisanya, duit gag pernah ngasih. Wasalamualaikum, ayo bul, al. Pergiii.”
Buldoso&Alfonso : ”siaaap.”
Akhirnya mereke pergi menemui gludhug
Bledheg : ”Adikuuu, kangen deh ama kamyu.”
Gludhug : ”Aku juga kangen kalian. Kenapa kakak kesini? Bagaimana keadaan Mimi Pipi?”
Bledheg : ”Ah pusing, kita melarat. Pipi panuan lagi. Mana Tahan?!”
Buldoso : “Betul betul betul.“
Alfonso : “Hussst diem ah.“
Dewi angin-angin : “Mau dibikinin kopi?“
Bledhek : “Itu babu Loh?!“
Gludhug : “Bukan, dia kekasih ku yang paling aku sayang. Iya kan yank?“
Dewi angin-angin : “Iya, kita saling mencintai satu sama lain.“
Buldoso : “Jelek sama jelek.“
Alfonso : “Diam! Inget misi kita.“
Gludhug : “Kalo kalian mau, kalian boleh tinggal disini kog.“

Setelah beberapa minggu tinggal bersama, niatan jahat bledhek pun muncul.
Bledheg : (berlari mengejar gludhug sambil membawa pisau) ”aku akan membunuhmu. Huahahahaha.”
Dewi angin-angin : ”Tidaaak!”
Alfonso&buldoso : (memegangi dewi angin-angin)
Alfonso : “Sudahlah, diam saja bentar lagi kekasihmu mati.”
Buldoso : “Tapi kasiahan juga yaa, jadi gag tega.“

Pada saat ingin menusuk gludhug, bledheg terpeleset dan jatuh hingga pisau yang dibawanya menusuk dadanya sendiri.
Bledheg : (dengan nafas tersengal-sengal) “Argh, sial, kutukupret. Tunggu aku di surga.“
Alfonso&Buldoso : (melepas pegangan nya dari dewi angin-angin) “Pangeran!“
Dewi angin&Gludhug : “inalilahi wa inalilahi roji’uun.“
Gludhug : “Ayo kita ke istana mimi pipi untuk menyembuhkan panu pipi.“(menarik tangan dewi angin-angin)
Alfonso : “Bolehkah aku ikud kepadamu tuan?
Buldoso : “Saya jugaaa. Ikut ya dhug ikut yaaa?“
Dewi angin-angin : “Baik lah.“

Di tengah tengah perjalanan menuju istana pipi
Dewi angin-angin : ”Wah, tanaman apa itu? mengapa sinarnya indah sekali, menyilaukan mata.”
Buldoso : ”Wah, mungkin berlian.”
Alfonso : “Bego, jelas-jelas itu tanaman.“
Buldoso : “Ya, sudah kita bawa saja ke istana. Mungkin itu obat panu buat pipi,”

Sesampainya di istana
Mimi : ”jelek ku, kamu pulang juga.”
Pipi : ”Buat apa kamu kesini lagi? Sudah dapat babu baru mau pamer? (menoleh ke arah dewi angin-angin)
Dewi angin-angin : ”maaf pipi, saya adalah kekasihnya, bukan babu.”
Gludhug : ”Kami kesini ingin pipi cepat sembuh, ini aku bawakan tanaman obat khusus buat panu pipi.”
Alfonso&Buldoso : ”betul baginda.”
Pipi : ”pokoknya pergi ah. ”
Mimi : ” Dicoba dulu lah pi, mungkin panu mu bisa ilang.”
Pipi : (mengoleskan tanaman itu ke tubuhnya, langsung sembuh) ”wah, aku tampan lagi. Hahaha.”
Semua : ”Alhamdulilah”
Pipi : ”Terimakasih anakku, meskipun kamu jelek kamu ternyata berhati baik. Tidak seperti pipimu ini. Maafkanlah pipi mu ini nak.”
Gludhug : (memeluk sang pipi) ”aku terharu pi.”

Akhirnya mereka semua berkumpul menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah

Older Entries